Polres Bangli dan Pecalang Desa Adat Jehem Kelod Perkuat Sinergi Jaga Keamanan Adat dan Masyarakat


Bangli – Frefensinews.my.id | Pewarta: Teddi

Komitmen menjaga keamanan, ketertiban, sekaligus kelestarian adat kembali ditegaskan Polres Bangli. Kali ini, langkah konkret diwujudkan melalui jalinan sinergi dengan pecalang Kaula Dewa Desa Adat Jehem Kelod. Kolaborasi ini bukan sekadar seremonial, melainkan menjadi wujud nyata semangat ngayah dan gotong royong dalam mengawal harmoni sosial, adat, dan kehidupan bermasyarakat.

Pecalang, yang selama ini dikenal sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan setiap rangkaian kegiatan adat, semakin diperkuat perannya lewat koordinasi langsung bersama aparat kepolisian. Hadirnya jajaran Polres Bangli dalam membangun komunikasi intens dengan pecalang menunjukkan bahwa keamanan daerah bukan hanya tanggung jawab polisi, melainkan tugas bersama seluruh elemen masyarakat.

Kapolres Bangli menegaskan, sinergi ini adalah bentuk penguatan kearifan lokal yang berpadu dengan pendekatan profesional kepolisian modern. “Kami ingin menunjukkan bahwa menjaga keamanan tidak hanya dengan aturan formal, tetapi juga dengan merangkul potensi lokal yang sudah terbukti efektif menjaga harmoni. Pecalang memiliki posisi strategis dalam adat, dan jika dipadukan dengan kepolisian, maka keamanan akan semakin kokoh,” ujarnya.

Di sisi lain, pecalang Desa Adat Jehem Kelod menyambut baik langkah ini. Mereka menilai keterlibatan kepolisian mampu memberikan dukungan moral dan operasional, terlebih saat menghadapi dinamika kegiatan adat berskala besar maupun aktivitas masyarakat yang semakin kompleks. “Kami selalu siap ngayah, menjaga desa, menjaga adat. Dengan adanya dukungan dari Polres Bangli, tentu menambah kekuatan kami di lapangan,” ungkap salah satu perwakilan pecalang.

Selain menjaga keamanan saat upacara adat, kolaborasi ini juga menyasar aktivitas masyarakat sehari-hari. Mulai dari penertiban arus lalu lintas, pengawasan keamanan lingkungan, hingga langkah pencegahan dini terhadap potensi gangguan kamtibmas. Dengan pola koordinasi yang lebih terstruktur, baik pecalang maupun aparat kepolisian diharapkan mampu bertindak cepat dan tepat setiap kali ada dinamika di masyarakat.

Tak hanya itu, sinergi ini juga membawa pesan moral penting: keamanan bukanlah sesuatu yang bisa dijaga oleh satu pihak saja. Gotong royong, nilai luhur yang diwariskan leluhur Bali, kembali menjadi roh utama dalam menjaga harmoni. Dengan bersatunya polisi dan pecalang, masyarakat pun semakin merasa terlindungi sekaligus dilibatkan secara aktif.

Polres Bangli menegaskan akan terus memperluas kolaborasi dengan desa adat lainnya di wilayah hukum Bangli. Hal ini dianggap sebagai strategi jangka panjang dalam membangun fondasi keamanan berbasis kearifan lokal, sekaligus meneguhkan prinsip bahwa polisi hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, melainkan mitra masyarakat.

Langkah ini sekaligus menjadi pesan kuat bahwa keamanan adat dan keamanan masyarakat bukanlah dua hal yang terpisah, melainkan satu kesatuan yang harus dijaga bersama. Di tengah derasnya arus modernisasi, upaya merawat harmoni lewat sinergi kepolisian dan pecalang menjadi pondasi penting agar Bangli tetap teduh, aman, dan damai.

Lebih baru Lebih lama