Satreskrim Polrestabes Surabaya Ungkap Kasus Pencurian Emas oleh Empat WNA, Modus Terorganisir dan Terencana


Www Frefensinews my id

SURABAYA — Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Surabaya kembali menunjukkan ketegasan dan profesionalismenya dalam menegakkan hukum. Melalui konferensi pers yang digelar di Gedung Bhara Daksa Polrestabes Surabaya, Jumat (30/1/2026) pukul 15.00 WIB, aparat kepolisian secara resmi mengungkap kasus pencurian dengan pemberatan yang dilakukan oleh empat orang Warga Negara Asing (WNA) dengan modus terorganisir dan rapi.

Kasus tersebut merupakan tindak pidana pencurian emas yang terjadi di sebuah toko emas di Surabaya pada 25 Desember 2025. Keempat pelaku diketahui berasal dari beberapa negara, yakni Palestina, Pakistan, dan Yordania, yang telah berada di Indonesia sejak tahun 2023 dengan pola hidup berpindah-pindah (nomaden).

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Dr. Edy Herwiyanto, S.H., M.H., M.Kn, dalam keterangannya menegaskan bahwa pengungkapan kasus ini merupakan hasil kerja keras dan ketelitian penyidik dalam memanfaatkan teknologi serta keterangan para saksi.

“Modus operandi yang digunakan para pelaku adalah berpura-pura membeli emas. Saat pegawai toko diminta mengeluarkan perhiasan dari dalam etalase untuk diperlihatkan, salah satu pelaku mengalihkan perhatian dengan berpura-pura melakukan pembayaran di kasir, sementara pelaku lainnya dengan cepat mengambil emas dan menyelundupkannya keluar etalase,” jelas AKBP Edy Herwiyanto.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa keberhasilan pengungkapan kasus ini tidak lepas dari analisis rekaman CCTV milik toko emas serta penelusuran kendaraan yang digunakan para pelaku.

“Dari hasil penelusuran CCTV, kami mengidentifikasi kendaraan yang digunakan, yaitu mobil transportasi daring. Sopir kendaraan tersebut kemudian dimintai keterangan sebagai saksi dan membenarkan bahwa dirinya mengantar empat orang asing ke lokasi toko emas,” ujarnya.

Tak berhenti di situ, penyidik Satreskrim Polrestabes Surabaya juga menelusuri data digital, termasuk nomor telepon yang terhubung dalam aplikasi transportasi daring tersebut. Dari sanalah, kata AKBP Edy, petunjuk demi petunjuk mengarah pada identitas dan keberadaan para pelaku.

“Kami juga mengidentifikasi tempat tinggal sementara para pelaku selama berada di Surabaya, termasuk pakaian yang digunakan, pergerakan mereka, serta barang bukti berupa mata uang asing yang diduga berkaitan dengan hasil kejahatan,” tambahnya.

Dalam proses penyidikan, keempat tersangka dinilai tidak kooperatif dan hingga kini belum mengakui perbuatannya. Namun demikian, pihak kepolisian menegaskan bahwa alat bukti yang dimiliki sudah sangat kuat.

“Walaupun para tersangka tidak mengakui perbuatannya, kami memiliki keyakinan yang didasari bukti-bukti kuat, mulai dari rekaman CCTV, keterangan saksi, kendaraan yang digunakan, hingga data komunikasi. Semua itu saling berkaitan dan menguatkan,” tegas AKBP Edy.

Lebih jauh, Kasat Reskrim juga mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil koordinasi dengan pihak terkait, salah satu pelaku diduga merupakan residivis yang pernah melakukan kejahatan serupa di luar negeri.

“Dari hasil koordinasi, salah satu tersangka diketahui pernah terlibat kasus pencurian emas di Thailand. Oleh karena itu, kami menduga kuat bahwa kelompok ini merupakan bagian dari sindikat kejahatan lintas negara. Namun, pendalaman masih terus kami lakukan untuk memastikan ada atau tidaknya jaringan lain,” ungkapnya.

AKBP Edy Herwiyanto menegaskan bahwa Polrestabes Surabaya berkomitmen penuh untuk menuntaskan kasus ini secara profesional dan transparan, sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat serta pelaku usaha.

“Kami tidak akan memberi ruang bagi pelaku kejahatan, siapa pun dan dari mana pun asalnya. Surabaya adalah kota hukum, dan setiap tindak pidana akan kami proses secara tegas sesuai aturan yang berlaku,” pungkasnya.

Pengungkapan kasus ini menjadi bukti nyata kesigapan dan ketelitian Satreskrim Polrestabes Surabaya dalam menghadapi kejahatan dengan modus canggih dan lintas negara, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap kinerja Kepolisian Republik Indonesia.

Pewarta: Teddi

Editor: Redaksi Frefensinews.my.id

Lebih baru Lebih lama