HUT Ke-44 Baihaqi Akbar: Tegaskan AMI Harus Tetap Solid, Berani Kawal Kebenaran dan Keadilan


SURABAYA | Frefensinews.my.id — Ketua Aliansi Madura Indonesia (AMI), Baihaqi Akbar, SH, memasuki usia ke-44. Momentum pertambahan usia tersebut dirayakan dalam suasana penuh syukur dan kebersamaan di Hotel Amaris Surabaya, Jumat (14/8/2026).

Perayaan yang berlangsung sederhana itu dihadiri jajaran pengurus dan anggota AMI, simpatisan, keluarga, serta sejumlah rekan media. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan Surat Al-Fatihah, doa bersama dan lantunan shalawat sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT.

Di hadapan para tamu yang hadir, Baihaqi Akbar menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah meluangkan waktu untuk hadir. Ia mengakui bahwa perayaan tersebut tidak dipersiapkan jauh-jauh hari karena dirinya tengah disibukkan dengan agenda organisasi maupun kegiatan keluarga.

“Acara ini sebenarnya serba mendadak. Kalau masih ada kekurangan, baik tempat maupun sajian, saya bersama istri dan keluarga memohon maaf sebesar-besarnya,” ujar Baihaqi.

Bagi Baihaqi, bertambahnya usia bukan alasan untuk menggelar perayaan secara berlebihan. Ia memilih menjadikan momentum tersebut sebagai ruang untuk memperkuat silaturahmi dan mempererat hubungan dengan orang-orang yang selama ini berjalan bersama dalam aktivitas organisasi.

Lebih jauh, Baihaqi menegaskan bahwa AMI harus tetap berdiri sebagai organisasi yang memiliki keberpihakan terhadap kepentingan masyarakat. Menurutnya, fungsi sosial kontrol tidak boleh berhenti pada slogan, tetapi harus diwujudkan melalui keberanian menyampaikan aspirasi dan mengawal persoalan yang menyangkut kepentingan publik.

“Banyak orang melihat Ketua AMI kerjanya demo. Bagi saya, menyuarakan kebenaran dan keadilan adalah bagian dari perjuangan. Saya tidak menganggap aksi itu sebagai pekerjaan mencari keuntungan,” tegasnya.

Ia juga meluruskan anggapan bahwa dirinya menggantungkan kehidupan keluarga kepada organisasi. Baihaqi menegaskan bahwa dirinya bersama sang istri memiliki usaha pribadi dan tetap menjalankan kehidupan keluarga secara mandiri.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga memberikan pesan keras kepada para aktivis sosial kontrol. Menurutnya, keberanian menyuarakan persoalan publik harus dibarengi kesiapan menghadapi berbagai konsekuensi.

“Kalau ingin menjadi aktivis yang bergerak di bidang sosial kontrol, harus siap menghadapi risiko. Bisa dicaci, dimaki, dibully, bahkan dikriminalisasi. Kalau tidak siap menghadapi konsekuensi itu, lebih baik jangan memilih jalan tersebut,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa perjuangan sosial kontrol bukan jalan yang selalu mendapat tepuk tangan. Kritik, tekanan dan berbagai bentuk penolakan, kata Baihaqi, merupakan bagian dari dinamika yang harus dihadapi dengan sikap teguh selama perjuangan tetap berada pada koridor kebenaran dan kepentingan masyarakat.

Di sisi lain, Baihaqi menekankan bahwa AMI tidak hanya bergerak dalam penyampaian aspirasi. Organisasi tersebut juga berupaya menghadirkan kegiatan sosial, membuka peluang bagi anggota, serta membangun berbagai program yang dapat memberikan manfaat kepada masyarakat.

Ia memastikan kantor AMI tetap terbuka bagi anggota maupun masyarakat yang ingin berdiskusi, menyampaikan persoalan, maupun membangun komunikasi untuk mencari solusi.

“Teman-teman harus tetap kompak. Kalau ketuanya semangat, anggotanya juga harus bersama-sama. Kita harus membangun organisasi ini dengan kebersamaan,” tuturnya.

Baihaqi juga mengingatkan seluruh jajaran AMI agar tidak mudah terpengaruh oleh tekanan dari luar organisasi. Menurutnya, soliditas internal merupakan modal utama agar organisasi tetap mampu menjalankan fungsi sosial kontrol secara konsisten.

“Organisasi tidak akan kuat kalau mudah dipecah. Karena itu, kebersamaan harus dijaga dan komunikasi harus terus dibangun,” tegasnya.

Memasuki usia ke-44, Baihaqi tidak hanya berharap diberikan umur panjang. Ia secara khusus meminta doa agar diberi kesehatan, kesabaran, kelapangan rezeki dan kekuatan untuk terus menjalankan amanah serta memperjuangkan kepentingan masyarakat.

“Saya minta doanya kepada teman-teman. Semoga saya diberikan kesehatan, kesabaran, rezeki yang luas, serta kekuatan dalam berjuang menyuarakan kebenaran dan keadilan,” katanya.

Perayaan kemudian dilanjutkan dengan doa bersama dan rangkaian acara dalam suasana penuh keakraban. Ucapan selamat dan doa turut disampaikan keluarga besar AMI, simpatisan, serta rekan-rekan media.

Di usia yang ke-44, Baihaqi Akbar diharapkan semakin matang dalam memimpin AMI, semakin kokoh menghadapi berbagai tantangan, serta mampu menjaga organisasi tetap berada pada jalur perjuangan sosial yang berpihak kepada kepentingan masyarakat.

“Selamat ulang tahun ke-44 Bapak Baihaqi Akbar, SH. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan, keberkahan usia, kelancaran rezeki, kemudahan dalam setiap urusan, serta kekuatan untuk terus menegakkan kebenaran dan keadilan,” pungkasnya.

Pewarta: Teddi

Editor: Frefensinews.my.id

Lebih baru Lebih lama