Pertemuan Dua Keluarga Besar di Probolinggo, Kismonik Marta D Resmi Dipasrahkan Menuju Bahtera Rumah Tangga Bersama Krisnawa Adi B

 



Pewarta: Teddi | Frefensinews.my.id

PROBOLINGGO – Ikatan pernikahan tidak hanya menyatukan dua hati, tetapi juga mempertemukan dua keluarga besar dalam satu tujuan yang sama: membangun hubungan kekeluargaan yang dilandasi kasih sayang, tanggung jawab, dan nilai-nilai luhur. Suasana itulah yang begitu terasa dalam rangkaian silaturahmi dan prosesi penyerahan mempelai putri dari keluarga besar Bapak Mulyadi dan Ibu Cholifah asal Surabaya kepada keluarga besar mempelai pria di Kota Anyar, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

Kismonik Marta D asal Surabaya dan Krisnawa Adi B asal Probolinggo resmi memulai perjalanan baru sebagai pasangan suami istri setelah melewati sejumlah tahapan acara keluarga yang berlangsung penuh khidmat dan sarat makna.

Sebelum pelaksanaan akad nikah, keluarga mempelai putri menggelar acara selamatan dan waliimatul ursy pada Rabu, 10 Juni 2026, di kediaman keluarga besar di kawasan Tandes Lor Gang 1/2-A, Surabaya. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan rasa syukur sekaligus permohonan doa kepada Allah SWT agar seluruh rangkaian pernikahan diberikan kelancaran, keberkahan, serta perlindungan.

Puncak prosesi berlangsung pada Kamis, 11 Juni 2026, saat akad nikah dilaksanakan di kediaman keluarga mempelai pria di Probolinggo. Dengan sahnya ijab kabul, dua insan resmi dipersatukan dalam ikatan suci pernikahan yang menjadi awal perjalanan mereka dalam membangun rumah tangga.

Rangkaian kebahagiaan berlanjut pada Minggu, 14 Juni 2026. Sejak pukul 07.00 WIB, rombongan keluarga besar mempelai wanita bertolak dari Surabaya menuju Probolinggo menggunakan bus untuk menghadiri resepsi pernikahan sekaligus mengikuti prosesi simbolis pengiringan dan penyerahan mempelai kepada keluarga besar pihak pria.

Setibanya di lokasi, rombongan disambut hangat oleh keluarga besar Bapak Haji Subandi. Kehangatan penyambutan yang ditunjukkan mencerminkan eratnya nilai persaudaraan yang terjalin di antara kedua keluarga.

Acara dibuka dengan pembacaan Surah Al-Fatihah sebagai bentuk ikhtiar memohon ridha dan keberkahan Allah SWT bagi kedua mempelai serta seluruh keluarga yang hadir.

Dalam sambutannya, perwakilan keluarga mempelai putri, Haji Kyai Drs. Mustain, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran seluruh rangkaian perjalanan dan prosesi yang telah dijalani.

"Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada keluarga besar Bapak Haji Subandi yang telah menerima kedatangan kami dengan sangat baik. Sebagai orang tua, kami menitipkan putri kami untuk dibimbing, diarahkan, dan diterima sebagai bagian dari keluarga besar di Probolinggo. Kami berharap kedua anak kami dapat menjalani kehidupan rumah tangga dengan penuh kesabaran, tanggung jawab, serta selalu menjadikan ridha Allah SWT sebagai tujuan utama," ujar Haji Kyai Drs. Mustain.

Dalam kesempatan tersebut, keluarga mempelai putri secara resmi memasrahkan Kismonik Marta D kepada keluarga besar mempelai pria. Penyerahan itu bukan hanya bagian dari tradisi, melainkan amanah yang mengandung harapan agar kedua mempelai mampu menjaga komitmen, saling menghormati, serta menghadapi berbagai dinamika kehidupan dengan kebersamaan.

Suasana haru menyelimuti ruangan ketika berbagai pesan dan nasihat rumah tangga disampaikan kepada pasangan pengantin. Kehidupan pernikahan digambarkan sebagai perjalanan panjang yang membutuhkan kesabaran, keikhlasan, komunikasi yang baik, serta landasan iman yang kuat.

Prosesi penyerahan kemudian diterima oleh keluarga mempelai pria yang diwakili Bapak Iskandar. Dalam sambutannya, ia menyatakan bahwa amanah tersebut diterima dengan tulus dan penuh tanggung jawab.

"Hari ini bukan hanya menjadi pertemuan dua keluarga besar, tetapi juga menjadi awal perjalanan baru bagi kedua mempelai. Kami menerima Kismonik Marta D sebagai bagian dari keluarga kami. Insya Allah kami akan bersama-sama membimbing, menjaga, dan mendukung keduanya agar mampu membangun rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warahmah," ungkapnya.

Ia menambahkan, doa dan dukungan dari kedua belah pihak akan menjadi kekuatan penting bagi pasangan muda tersebut dalam menjalani kehidupan berumah tangga.

"Kami berharap silaturahmi antara keluarga Surabaya dan Probolinggo terus terjalin dengan erat. Pernikahan ini bukan hanya menyatukan dua insan, tetapi juga mempererat hubungan persaudaraan yang insya Allah akan terus terjaga hingga generasi berikutnya," tambah Bapak Iskandar.

Momen tersebut menjadi cerminan bahwa pernikahan memiliki dimensi sosial yang begitu kuat. Tidak hanya membentuk keluarga baru, tetapi juga memperluas ikatan persaudaraan antarkeluarga yang dibangun melalui saling menghargai, saling menerima, dan semangat untuk menjaga kebersamaan.

Di tengah kehidupan modern yang terus bergerak cepat, tradisi silaturahmi dan penyerahan mempelai tetap memiliki tempat istimewa dalam budaya masyarakat. Nilai penghormatan kepada orang tua, kepedulian antarsesama anggota keluarga, serta tanggung jawab dalam menjaga keharmonisan menjadi pesan yang begitu nyata sepanjang acara berlangsung.

Doa-doa terbaik pun dipanjatkan oleh seluruh keluarga yang hadir agar Kismonik Marta D dan Krisnawa Adi B senantiasa diberikan kesehatan, kelapangan rezeki, keteguhan hati dalam menghadapi ujian kehidupan, serta dikaruniai keturunan yang saleh dan salehah.

Acara kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Haji Kyai Drs. Mustain. Dengan penuh kekhusyukan, para hadirin memohon agar rumah tangga yang baru dibangun tersebut selalu berada dalam lindungan Allah SWT, dipenuhi cinta dan kasih sayang, serta diberikan kebahagiaan dunia maupun akhirat.

Usai seluruh rangkaian silaturahmi dan prosesi penyerahan mempelai berakhir, rombongan keluarga besar dari Surabaya memanfaatkan waktu untuk mengunjungi Pantai Utama Raya Beach sebelum kembali ke Kota Pahlawan.

Kunjungan tersebut menjadi penutup yang mengesankan setelah padatnya agenda keluarga sejak pagi hari. Para anggota rombongan menikmati suasana pantai, berbincang santai, beristirahat, serta mengabadikan kebersamaan melalui sejumlah dokumentasi keluarga.

Rombongan yang turut dalam perjalanan dari Surabaya mengungkapkan rasa syukur karena seluruh agenda, mulai dari keberangkatan, prosesi kekeluargaan di Probolinggo, hingga kunjungan singkat ke Pantai Utama Raya Beach, berlangsung lancar dan penuh kebersamaan.

Dengan berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan tersebut, Kota Anyar, Probolinggo, menjadi saksi lahirnya sebuah ikatan keluarga baru yang dibangun atas dasar cinta, amanah, keikhlasan, dan komitmen untuk menjaga nilai-nilai kekeluargaan. Harapan besar pun mengiringi langkah Kismonik Marta D dan Krisnawa Adi B dalam menapaki kehidupan sebagai pasangan suami istri menuju keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah.

Lebih baru Lebih lama