WwwFrefensinews.my.id
Surabaya – Di tengah derasnya arus informasi digital dan meningkatnya tantangan disinformasi, Komando Daerah Militer V/Brawijaya mengambil langkah komunikasi yang lebih terbuka dan strategis. Melalui Penerangan Kodam (Pendam), Kodam V/Brawijaya menginisiasi forum dialog bersama insan media Jawa Timur dalam kegiatan Coffee Morning yang digelar di kawasan Wonokromo, Surabaya, Senin (5/1/2026).
Berbeda dari pertemuan seremonial pada umumnya, forum ini dirancang sebagai ruang pertukaran gagasan antara institusi militer dan jurnalis lintas platform—media cetak, elektronik, hingga digital—yang selama ini berada di garis depan penyampaian informasi publik.
Sejak awal kegiatan, nuansa keterbukaan terasa kuat. Kasi Humas Pendam V/Brawijaya, Mayor Inf Bambang Sutejo, mengawali pertemuan dengan menekankan bahwa hubungan TNI dan media harus dibangun di atas kepercayaan, bukan sekadar kebutuhan publikasi.
Menurutnya, media memiliki peran strategis dalam membentuk persepsi masyarakat, sehingga komunikasi yang sehat, jujur, dan berimbang menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas informasi di ruang publik.
“Kami memandang media bukan sebagai objek, tetapi sebagai mitra dialog. Di sinilah komunikasi dua arah menjadi sangat penting,” ujar Mayor Bambang dalam pengantarnya.
Pendekatan tersebut kemudian diperkuat oleh Kepala Pendam V/Brawijaya, Kolonel Inf Herberth Andi Amino Sinaga, S.I.P., yang secara langsung memimpin diskusi terbuka bersama para pewarta. Dalam paparannya, Kolonel Herberth menyoroti perubahan lanskap media yang menuntut kecepatan sekaligus akurasi, terutama ketika informasi menyangkut institusi pertahanan dan keamanan negara.
Ia menyampaikan bahwa Kodam V/Brawijaya berkomitmen membuka akses komunikasi yang proporsional bagi media, termasuk dalam hal klarifikasi isu-isu sensitif yang berpotensi memicu kesalahpahaman di masyarakat.
“Kami memahami tekanan kerja media hari ini sangat tinggi. Karena itu, kami ingin memastikan jalur komunikasi tetap terbuka agar informasi yang sampai ke publik tidak bias dan tidak terdistorsi,” jelasnya.
Yang membedakan forum ini dari pertemuan sejenis adalah dinamika sesi tanya jawab yang berlangsung lugas dan kritis. Para jurnalis secara aktif mengangkat isu seputar transparansi informasi, tantangan verifikasi di era media sosial, hingga peran media dalam menangkal hoaks yang dapat mengganggu stabilitas keamanan.
Diskusi berjalan hidup, tanpa sekat formal yang kaku. Baik TNI maupun insan pers saling menyampaikan pandangan, memperlihatkan model kemitraan yang tidak hanya berbasis kepentingan institusional, tetapi juga tanggung jawab bersama kepada publik.
Forum ini juga menjadi momentum konsolidasi komunikasi dengan jejaring media yang tergabung dalam SINYAL Media Brawijaya, sebagai upaya menyamakan persepsi dalam penyampaian informasi yang konstruktif dan mencerdaskan masyarakat Jawa Timur.
Melalui kegiatan tersebut, Pendam V/Brawijaya menegaskan bahwa sinergi dengan media bukan agenda jangka pendek, melainkan investasi komunikasi jangka panjang yang bertumpu pada profesionalisme dan integritas.
Dengan pola komunikasi yang terbuka dan berkelanjutan, diharapkan hubungan TNI dan media mampu menghasilkan ekosistem informasi yang sehat—di mana publik memperoleh berita yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara.
Pewarta: Teddi
Media: Frefensinews.my.id
